Selasa, 20 September 2011

Apakah Kita Mencintai Rasulullah Saw. . ??

Setiap orang mesti mengajukan pertanyaan seperti itu kepada dirinya. Akan tetapi, dia tidak boleh tergesa-gesa menjawab, “Pasti! Saya mencintai Rasulullah. Mana mungkin seorang muslim tidak mencintai Rasulullah?” sebab, dengan menjawab “pasti” atau “ya” (saya mencintai Rasulullah Saw),. Ada beberapa kewajiban yang mesti dipenuhi. Sebelum seseorang mengikrarkan cintanya kepada Rasul, dia harus Tanya dulu kepada dirinya sendiri: apakah dia selalu mengingat dan menyebut Nabinya? Sudahkah ia melaksanakan perintah-perintahnya? Sudahkah ia mempelajari sejarah hidupnya yang harum? Apakah urusan beliau telah mendominasi pikiran dan mengalahkan hawa nafsunya?

Saudaraku. .jika pemuda muslim di tanya siapa idolamu, kira-kira beberapa orang yang menjawab, “Idolaku Muhammad Saw”.

Saudaraku. .tahukah anda bahwa begitu seorang muslim bershalawat dan mengirim salam kepada Rasulullah Saw. Maka Allah akan mengembalikan ruh beliau dan beliau menjawab salam itu, dimanapun dan kapanpun. Hal inilah yang disampaikan Rasulullah: “Sesungguhnya Allah memiliki para Malaikat yang berkeliling di muka bumi dan mereka menyampaikan salam umatku kepadaku.”

Dengan demikian, ketika anda mengatakan shallallah ‘alayhi wa sallam” maka ada malaikat yang menghadap Rasulullah Saw. Melaporkan: si Fulan putra si Fulan mengirimkan slalam padamu.

Begitulah seharusnya hubungan yang terjalin antara seorang muslim dan Nabinya; sebuah hubungan yang amat kuat dan kukuh. Beliau bersabda: “setiap kali seorang muslim mengirimkan shalawat dan salam kepadaku, Allah akan mengembalikan ruhku sehingga aku bisa menjawab salamnya. ‘Allahumma Sholli Wa Sallim ‘Alaa Sayyidina Muhammad. .

*Kangen Sama Rasul-Dr. Amr Khalid & Dr. A’id Al-Qarni*

3 komentar: