Rabu, 14 Januari 2009

KEMATANGAN INTELEKTUAL

PENGERTIAN KEMATANGAN INTELEKTUAL



Intelektual secara harfiah berasal dari bahasa Inggris "
intellectual" termasuk adjective (kata sifat). "Intelektual" menurut AS Hornby et.al berarti: having or showing good reasoning power, menunjukkan kekuatan penalaran yang baik. Sedangkan menurut istilah ialah yang di artikan oleh George A. Thoedorson dan archiles G. Thoedorson Intelektual adalah anggota masyarakat yang mengabdikan diri kepada pengembangan gagasan orisinal dan terlibat dalam usaha-usaha Intelektual kreatif.

Intelektual ialah orang yang menggunakan inteleknya untuk bekerja, belajar, membayangkan, mengagak, atau menyoal dan menjawab persoalan tentang berbagai idea. Secara umum, terdapat tiga pengertian modern untuk istilah "intelektual",yaitu:

1. Mereka yang amat terlibat dalam idea-idea dan buku-buku;
2. Mereka yang mempunyai kepakaran dalam budaya dan seni yang memberikan mereka kewibawaan kebudayaan, dan yang kemudian mempergunakan kewibawaan itu untuk bertutur tentang perkara-perkara lain di khalayak ramai. Golongan ini dipanggil sebagai "intelektual kebudayaan".
3. Dari segi Marxisme, mereka yang tergolong dalam kelas pensyarah, guru, peguam, wartawan, dan sebagainya.

Oleh karena itu, intelektual sering dikaitkan dengan mereka yang berkelulusan university. Bagaimanapun,
Sharif Shaary, dramatis Malaysia yang terkenal, mengatakan bahawa hakikatnya tidak semudah itu. Beliau berkata:

"Belajar di university bukan jaminan seseorang boleh menjadi intelektual... seorang intelektual itu adalah seorang pemikir yang sentiasa berfikir dan mengembangkan [serta] menyumbangkan ideanya untuk kesejahteraan masyarakat. Dia juga adalah seorang yang mempergunakan ilmu dan ketajaman fikirannya untuk mengkaji, menganalisis, merumuskan segala perkara dalam kehidupan manusia, terutama masyarakat di mana dia hadir khususnya dan di peringkat global, umumnya untuk mencari kebenaran dan menegakkan kebenaran itu. Lebih dari pada itu, seorang intelektual juga adalah seorang yang kenal akan kebenaran dan berani pula memperjuangkan kebenaran itu, meski bagaimanapun tekanan dan ancaman yang dihadapinya, terutama sekali kebenaran, kemajuan, dan kebebasan untuk rakyat."
  • Faktor-faktor yang mempengaruhi Intelligensi yaitu:
1. Pembawaan
2. Kematangan
3. Pembentukan
4. Minat
5. Kebebasan

  • Program kematangan intelektual dari tanggal 12-18 Desember 2008

1. Rajin membaca buku yang bersifat ilmiah
2. Mengikuti dan mendengarkan diskusi dengan baik
3. Belajar tanpa mengenal lelah
4. Menghargai pendapat orang lain dalam forum diskusi dll
5. Dapat menerima kritik dan saran dari orang lain
6. Berusaha mandiri dalam berfikir
7. Buka Internet
8. Meneliti sesuatu yang baru
  • Program kematangan intelektual dari tanggal 19-25 Desember 2008
1. Menulis kembali apa yang telah saya dapat dari orang lain yang memberikan manfaat dan pengetahuan pada saya
2. Belajar berfikir secara kreatif
3. Mencoba untuk menghasilkan sesuatu ide yang baru
4. Rajin keperpustakaan
5. Belajar berfikir secara kritis

Sebelumnya saya masih sangat kurang dalam melaksanakan kegiatan tersebut, tetapi setelah saya melaksanakan tugas individu ini Alhamdulillah banyak peningkatan dalam diri saya dan tugas ini bisa dilaksanakan dengan baik, walaupun pada awalnya saya belum bisa sepenuhnya melaksanakan, tetapi karna kesungguhan saya dan dorongan motivasi dari berbagai pihak, Alhamdulillah tugas ini dapat dilaksanakan sepenuhnya dengan baik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar