Jumat, 23 September 2011

Psychose (Penyakit Jiwa)

BAB I

PENDAHULUAN

Gangguan jiwa merupakan kumpulan keadaan-keadaan yang tidak normal, baik yang berhubungan dengan fisik maupun yang berhubungan dengan mental.keabnormalan tersebut tidak disebabkan oleh sakit atau rusaknya bagian-bagian anggota badan, meskipun gejala-gejalanya terlihat pada fisik.

Keabnormalan itu dapat dibagi atas dua golongan, yaitu: neurose dan psychose. Ada perbedaan antara neurose dan psychose. Orang yang terkena neurose masih mengetahui dan merasakan kesukarannya, dan sedangkan orang yang tterkena psychose tidak merasakan kesukarannya.disamping itu, orang yang terkena neurose kepribadiannya tidak jauh dari pada realitas, dan masih hidup dalam alam kenyataan pada umumnya. Sedangkan orang yang terkena psychose, kepribadiannya dari segala segi (tanggapan, perasaan/emosi, dan dorongan-dorongannya) sangat terganggu, tidak ada integrasi dan ia hidup dalam alam kenyataan.

Pada pembahasan makalah kali ini, pemakalah akan membahas tentang apa itu psychose dan macam-macam psychose. Semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua.

BAB II

PEMBAHASAN

A. Psychose (Penyakit Jiwa)

1. Pengertian Psychose (Penyakit Jiwa)

Psychose (Penyakit Jiwa), disebut juga gangguan mental, penyakit mental, atau gangguan jiwa. Penyakit mental adalah gangguan otak yang ditandai oleh terganggunya emosi, proses berpikir, perilaku, dan persepsi (penangkapan panca indera). Penyakit mental ini menimbulkan stress dan penderitaan bagi penderita dan keluarganya. Penyakit mental dapat mengenai setiap orang, tanpa mengenal umur, ras, agama, maupun status sosial-ekonomi.

Di masyarakat banyak beredar kepercayaan atau mitos yang salah mengenai penyakit mental, ada yang percaya bahwa penyakit mental disebabkan oleh gangguan roh jahat, ada yang menuduh bahwa itu akibat guna-guna, karena kutukan atau hukuman atas dosanya. Kepercayaan yang salah ini hanya akan merugikan penderita dan keluarganya karena pengidap penyakit jiwa tidak mendapat pengobatan secara cepat dan tepat.

2. Karakteristik Psychose (Penyakit Jiwa)

Psychose (penyakit jiwa) memiliki karakteristik diantaranya adalah:

a. Kebingugan kognitif yang tanda-tandaya yaitu:

1) Tidak memiliki orientasi terhadap waktu, tempat dan orang.

2) Delusi (kepercayaan terhadap sesuatu yang tidak ada buktinya)

3) Halusinasi

b. Tingkah laku emosional yaitu reaksi emosi yang tidak pada tempatnya, tidak dapat diprediksi, atau control yang tidak tepat.

3. Faktor-faktor Penyebab Psychose (Penyakit Jiwa)

Faktor-faktor penyebab psikois diantaranya adalah:

a. Adanya kerusakan pada anggota tubuh. Misalnya otak, sentral staraf, atau hilangnya kemampuan berbagai kelenjar, syaraf-syaraf atau anggota fisik lainnya untuk menjalankan tugasnya.

b. Gangguan-gangguan jiwa yang telah berlarut-larut sehingga mencapai puncaknya tanpa suatu penyelesaian yang wajar. Atau disebabkan hilangnya keseimbangan mental secara menyeluruh, akibat suasana lingkungan yang sangat menekan, ketegangan batin dan sebagainya.

B. Macam-macam Psychose (Penyakit Jiwa)

Macam-macam penyakit jiwa (psychose) diantaranya yaitu:

1. Schizophrenia

Schizophrenia adalah penyakit jiwa yang paling banyak terjadi dibandingkan dengan penyakit jiwa lainnya. Penderitanya tidak mampu menilai realitas dengan baik dan pemahaman diri buruk. Penyakit ini menyebabkan kemunduran kepribadian pada umumnya, yang biasanya mulai tampak pada masa fuber dan paling banyak menderita adalah orang yang berumur antara 15-30 tahun.

Gejala-gejala schizophrenia yang terpenting adalah sebagai berikut:

a. Dingin perasaan, tidak ada perhatian pada apa yang terjadi disekitarnya, tidak terlihat padanya reaksi emosional terhadap orang yang terdekat kepadanya, baik emosi marah, sedih dan takut.

b. Banyak tenggelam dalam lamunan yang jauh dari kenyataan, sangat sukar bagi seorang untuk memahami pikirannya, dan ia lebih suka menjauhi pergaulan dengan orang banyak, dan suka menyendiri.

c. Mempunyai prasangka yang tidak benar dan tidak beralasan.

d. Sering terjadinya salah tanggapan atau terhentinya pikiran.

e. Hallusinasi pendengaran, penciuman atau penglihatan.

f. Si sakit banyak putus asa dan merasa bahwa ia adalah korban kejahatan orang banyak atau masyarakat.

g. Keinginan menjauhkan diri dari masyarakat, tidak mau bertemu dengan orang lain, tidak mau makan atau minum dan sebagainya.

Sampai sekarang belum diketahui dengan pasti apa sesungguhnya yang menimbulkan penyakit Schizophrenia itu. Ada yang berpendapat bahwa keturunanlah yang besar peranannya. Ada pula yang mengatakan bahwa sebabnya adalah dari terganggunya atau rusaknya kelenjar-kelenjar tertentu dari tubuh. Ada yang menitik beratkan pandangannya pada orang yang tidak bisa menyesuaikan diri dan ada juga yang berpendapat bahwa penyakit ini mulai menyerang setelah seseorang mengalami peristiwa yang menekan, yang berakibat munculnya penyakit yang mungkin sudah terdapat secara sembunyi di dalam diri orang itu.

Schizophrenia dibagi dalam lima type atau kelompok, yang kriterianya didominasi oleh hal-hal sebagai berikut:

a. Schizophrenia type hebefrenik atau disorganized type, yang ditandai dengan gejala-gejala antara lain sebagai berikut: jalan pikiran kacau (inkoherensi), alam perasaan (mood, affect) yang datar tanpa ekspersi serta tidak serasi (incngrous) atau ketolol-tololan (silly), prilaku dan tertawa kekanak-kanakan (giggling), waham (delusion) yang tidak jelas dan tidak sistematik, halusinasi yang terpecah-pecah, prilaku aneh.

b. Schizophrenia tipe katatonik, menunjukan gejala-gejala stupor katatonik, negativisme katatonik, kekauan katatonik, kegaduhan katatonik.

c. Schizophrenia tipe paranoid, dibentuk oleh delusi dan halusinasi. Paranoid ditandai juga oleh sikap suspiciousness (penuh curiga), gangguan alam perasaan dan prilaku seperti kecemasan yang tidak menentu, kemarahan, suka bertengkar dan berdebat dan tindak kekerasan.

d. Schizophrenia tipe rresidual merupakan sisa-sisa dari gejala schizophrenia yang tidak menonjol.

e. Schizophrenia tipe tak tergolongkan, tipe ini tidak dapat digolongkan, tipe ini tidak dapat dimasukan dalam tipe yang telah diuraikan diatas, hanya gambaran klinisnya terdapat waham, halusinasi, inkoherensi atau tingkah laku kacau.

2. Paranoia

Paranoia adalah gangguan jiwa yang sangat serius, adanya kecurigaan yang tak beralasan yang terus menerus yang pada puncaknya dapat menjadi tingkah laku agresif. Emosi dan fikiran penderita masih berjalan baik dan saling berhubungan. Jalan fikiran cukup sistematis mengikuti suatu logika yang baik dan teratur, tetapi berakhir dengan interpretasi yang menyeleweng dari kenyataan.

Ciri-ciri paranoia adalah delusi yaitu suatu pikiran salah yang menyerang orang yang diserangnya. Paranoia biasanya mulai menyerang sekitar umur 40 tahunan dan kurang lebih dari 70% dari penderita paranoia adalah kaum pria. Penyebab paranoia adalah kecenderungan-kecenderungan homo seksual dan dorongan-dorongan homoseksual yang tertekan, ide-ide yang penuh dimuati efek-efek yang luar biasa kuatnya, dan kebiasaan berfikir yang salah.

3. Manic depressive

Manic depressive adalah penyakit jiwa serius berupa gangguan emosional dan suasana hati yang ekstrim, yang terus menerus bergerak antara gembira ria tertawa tawa sampai pada rasa depresi, sedih, putus asa. Kepribadiannya menjadi kacau, dan ingatannya menjadi sangat mundur. Pasien menjadi sangat egosentris, tingkah lakunya kekanak-kanakan. Penderita selalu merasa gelisah dan tidak pernah merasa puas, 75% penderitanya adalah wanita.

Gejala-gejalanya ada dua macam, yaitu:

a. Mania, yang mempuyai tiga tingkatan yaitu ringan (hypo), berat (acut) dan sangat berat (hyper).

1) Mania ringan (hypo): adanya kegelisahan yang berlebih-lebihan, terlihat selalu aktif, berbicara cepat sekali, gembira dan penuh gairah, tidak kenal payah, pantang ditegur dan suka mencampuri urusan orang lain yang tak ada hubungan dengan dirinya.

2) Mania berat (acut): adanya delusi-delusi pada waktu-waktu tertentu, sehingga sukar melakukan pekerjaan dengan teratur. Penderita mengungkapkan rasa bahagia dan gembiranya secara berlebih-lebihan. Kadang diserang oleh lamunan yang dalam sekali, sehingga tidak dapat membedakan tempat, waktu dan orang-orang sekelilingnya.

3) Mania sangat berat (hyper): adanya dorongan kuat untuk melakukan kekerasan, suka berkelahi, menjadi destruktif. Diikuti dengan kelelahan yang luar biasa. Mengalami disoreantasi total terhadap waktu, tempat dan orang, diikuti hallusinasi dan kehilangan wawasan. Kadang-kadang dapat membahayakan orang lain dalam sikap dan perbuatannya.

Penyakit ini dinamakan juga “gila kumat-kumatan”, karena si sakit berubah-ubah dari rasa lega dan gembira yang berlebih-lebihan, sesudah itu bisa kembali, atau menurun menjadi sedih, muram dan tak berdaya.

b. Melancholia (rasa tertekan)

Dalam melancholia orang terlihat selalu muram, sedih dan putus asa. Ia merasa diserang oleh bermacam-macam penyakit yang tidak bisa sembuh, atau telah merasa telah berbuat dosa yang tidak mungkin diampuni lagi.

Melancholia (rasa tertekan), mempunyai tiga tingkatan yaitu: ringan, berat, involusi (kehilangan kesuburan).

1) Melancholia ringan: kegiatan fikiran dan fisiknya berangsur kurang, sering mengeluh tentang nasibnya yang tidak baik dan merasa tidak ada jalan untuk memperbaikinya. Bahkan merasa tak ada gunanya hidup.

2) Melancholia berat: menjauhkan dirinya sama sekali dari masyarakat, tidak mau menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepadanya. Gejala yang paling menonjol adalah merasa bahwa ia telah terlanjur berbuat dosa atau kesalahan-kesalahan besar yang tidak terampuni lagi. Merasa dialah yang menyebabkan orang menderita bahaya dan kesengsaraan.

3) Melancholia pada umur putus asa, karena telah habisnya kesuburan (involusi). Pada waktu kira-kira umur 40-50 tahun sedang pada laki-laki berumur 50-65 tahun. Orang pada umur ini menampakan gejala-gejala kelambanan karena habisnya hormon. Kekuatan fikiran dan fisiknya mulai berkurang.

Diantara ciri penyakit ini ialah, orang yang sakit merasa curiga dan putus asa, gelisah dan melamun.

4. Psikopat

Menurut David Clark, orang yang mempunyai penyakit psikopat adalah mereka yang mengalami kerusakan kelakuan dan perasaannya tampak pada tindakannya dan pada penyesuaian diri dengan lingkungan, yang berarti dapat dimasukan kedalam golongan tersebut orang-orang yang tidak baik kelakuannya, hidup terhadap orang lain dan mereka itu golongan penjahat dalam masyarakat, orang-orang yang berulang kali berbuat jahat dan dihukum, tanpa mendapat pengalaman yang dapat mengubah kelakuan mereka.

David clark membagi penyimpangan psikopatik menjadi dua bagia pokok, yaitu:

a. Macam agresip: yaitu kelompok orang-orang yang yang suka menggangu secara kejam, sering berkelahi, pemabuk, tidak stabil, mempunyai kecenderungan kepada sifat sadis dan kebanyakan penjahat-penjahat yang telah masuk dalam catatan penjahat dan menerima upah untuk melakukan kejahatan.

b. Orang-orang aneh yang tidak cocok dengan masyarakat, mereka adalah pelaku-pelaku kejahatan kecil, pengkhianat dan pengganggu masyarakat, dan lain-lain.

Morgan lebih mengutamakan pendapat ploz dan landz, yang membagi penyimpangan psikopatik kepada bagian-bagian berikut ini:

a. Macam menyimpang dan keluar, dan orang-orang yang kelemahannya tampak pada kelakuan, yang disertai dengan rasa tidak aman dalam jiwa mereka, pada kelakuan yang aneh dan menonjol.

b. Orang yang suka berjalan (mengembara) yang mempunyai keinginan yang tidak dapat dikendalikan.

c. Orang yang fanatik. Termasuk dalam kelompok ini adalah tokoh-tokoh sosial dan agama.

d. Orang-orang yang suka mengganggu dan menyusahkan orang lain atau orang yang tidak mempunyai rasa pengertian terhadap perasaan orang lain.

e. Penjahat-penjahat yang tidak berperasaan, mereka melakukan tindakan agresi dan perbuatan kejam terhadap orang atau kelompok, tanpa adanya kemampuan untuk mengendalikan dorongan mereka. Mereka tahu apa yang mereka perbuat, tetapi mereka tidak dapat mengendalikannya.

f. Psikopat yang suka meledak.

g. Psikopat yang depresi.

h. Orang yang kurang akhlaknya

i. Pendusta.

BAB III

PENUTUP

Kesimpulan

Psychose (Penyakit Jiwa) adalah gangguan otak yang ditandai oleh terganggunya emosi, proses berpikir, perilaku, dan persepsi (penangkapan panca indera).

Psychose (penyakit jiwa) memiliki karakteristik diantaranya adalah:

a. Kebingugan kognitif

b. Tingkah laku emosional

Faktor-faktor penyebab psikois diantaranya adalah:

a. Adanya kerusakan pada anggota tubuh.

b. Gangguan-gangguan jiwa yang telah berlarut-larut sehingga mencapai puncaknya tanpa suatu penyelesaian yang wajar.

Macam-macam penyakit jiwa (psychose) diantaranya yaitu:

1. Schizophrenia

Schizophrenia adalah penyakit jiwa yang penderitanya tidak mampu menilai realitas dengan baik dan pemahaman diri buruk.

Schizophrenia dibagi dalam lima type atau kelompok yaitu:

a. Schizophrenia type hebefrenik atau disorganized type

b. Schizophrenia tipe katatonik

c. Schizophrenia tipe paranoid

d. Schizophrenia tipe rresidual

e. Schizophrenia tipe tak tergolongkan

2. Paranoia

Paranoia adalah gangguan jiwa yang sangat serius, adanya kecurigaan yang tak beralasan yang terus menerus yang pada puncaknya dapat menjadi tingkah laku agresif.

Ciri-ciri paranoia adalah delusi yaitu suatu pikiran salah yang menyerang orang yang diserangnya.

3. Manic depressive

Manic depressive adalah penyakit jiwa serius berupa gangguan emosional dan suasana hati yang ekstrim, yang terus menerus bergerak antara gembira ria tertawa tawa sampai pada rasa depresi, sedih, putus asa.

Gejala-gejalanya ada dua macam, yaitu:

a. Mania, yang mempuyai tiga tingkatan yaitu ringan (hypo), berat (acut) dan sangat berat (hyper).

b. Melancholia (rasa tertekan) yang mempunyai tiga tingkatan yaitu: ringan, berat, involusi (kehilangan kesuburan).

4. Psikopat

Menurut David Clark, orang yang mempunyai penyakit psikopat adalah mereka yang mengalami kerusakan kelakuan dan perasaannya tampak pada tindakannya dan pada penyesuaian diri dengan lingkungan.

DAFTAR PUSTAKA

Daradjat. Zakiyah, Kesehatan Mental, Jakarta: Haji Mas Agung, 1994

Daradjat. Zakiyah, Kesehatan Mental, Jakarta: PT Gunung Agung, 1985

Fahmi.Musthafa, Kesehatan Jiwa dalam Keluarga, Sekolah dan Masyarakat Jilid II, Jakarta: Bulan Bintang, 1977

Narendrany Hidayati. Heny, Psikologi Agama, Jakarta: UIN Jakarta Press, 2007

Ardi al-Maqassary, Faktor Penyebab Dan Proses Terjadinya Gangguan Mental (Predisposition Factors And Mental Process Disorder), www.psychologymania.co.cc/2010/04, Kamis, 21-10-2010, 03:18AM